PEMBUATAN TRIASETIN DARI GLISEROL MENGGUNAKAN KATALIS TiO2 /SO42- DENGAN METODE REAKSI ESTERIFIKASI
Keywords:
esterifikasi, TiO2 / SO42-, gliserol, triasetinAbstract
Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat bergantung pada bahan bakar minyak (BBM). Hal ini tidak sebanding dengan persediaan minyak bumi. Pada tahun 2010 produksi biodiesel di Indonesia sekitar 1,24 juta ton/tahun dan terus menerus dari tahun ke tahun, sehingga jumlah gliserol yang diperoleh dari pembuatan biodiesel semakin meningkat hingga sekarang. Produk samping dari biodiesel berupa gliserol dapat dimanfaatkan dalam pembuatan triasetin memiliki berbagai aplikasi industri makanan, farmasi, dan sebagai aditif bahan bakar, pada otomotif seperti pelumas, Pembuatan triasetin dilakukan dengan metode esterifikasi menggunakan katalis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh variasi konsentrasi katalis TiO2 /SO42- dan temperature, mengetahui karakteristik triasetin setelah esterifikasi gliserol dengan FTIR, mengetahui karakteristik katalis TiO2 pada proses aktivasi dengan XRD. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah esterifikasi yang merupakan reaksi yang berjalan lambat sehingga membutuhkan katalis untuk menunjang kecepatan reaksi. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini adalah konsentrasi katalis TiO2 / SO42- sebesar 2, 4, 6 %, perbandingan moral (gliserol:asam asetat) yaitu 1:8 ; 1:10 ; 1:11 dan variabel temperature 60, 80, dan 100oC. Berdasarkan hasil penelitian Semakin banyak penambahan konsentrasi katalis TiO2, semakin tinggi temperatur, dan semakin besar perbandingan molar asam asetat akan menurunkan %FFA dan meningkatkan konversi asam asetat yang menunjukkan kualitas triasetin dengan hasil terbaik pada persentase katalis 6%, suhu 100°C, dan perbandingan molar gliserol:asam asetat (1:8). Karakterisasi FTIR terdapat gugus fungsi C=O Stretching Esters yang muncul pada panjang gelombang 1704,76 cm⁻¹ yang diindikasikan adanya gugus ester, yang merupakan inti dari triasetin. Puncak kuat pada panjang gelombang ini menunjukkan keberadaan ikatan C=O dalam gugus ester. Karakteristik XRD pada katalis sebelum aktivasi SO42- terlihat adanya puncak pada sudut difraksi 33⁰ dan katalis sesudah aktivasi dengan SO 2- terlihat adanya puncak pada sudut difraksi 26⁰ sebagai intensitas yang sangat tinggi dimana puncak ini menunjukkan adanya kristal titanium oxide
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mochammad Dafa Irawan, Luchis Rubianto, Khalimatus Sa’diyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




