HUBUNGAN PARITAS, FREKUENSI ANC, KEPATUHAN IBU HAMIL MINUM OBAT TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP ANGKA KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN
Keywords:
Anemia, Frekuensi ANC, Kepatuhan Tablet Tambah Darah, ParitasAbstract
Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Data Puskesmas Alalak Selatan Tahun 2023 dari 880 ibu hamil, sebanyak 63 (7,16%) orang, Tahun 2024 dari 783 ibu hamil, sebanyak 78 (9,96%) orang. Kejadian anemia terjadi peningkatan sejak tahun 2024 yaitu meningkat menjadi 78 (9,96%). Beberapa faktor yang berpengaruh yaitu paritas, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Tujuan: Menganalisis hubungan paritas, frekuensi kunjungan ANC, dan kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik Cross-Sectional dengan menggunakan teknik total sampling, dengan sampel 69 ibu nifas. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat 55,1 % ibu hamil mengalami anemia, paritas berisiko (60,9%), kunjungan ANC tidak lengkap (47,8%), dan tidak patuh mengonsumsi TTD (78,3%). Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p = 0,016), frekuensi kunjungan ANC (p = 0,019), dan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,000) dengan kejadian anemia pada ibu hamil (α < 0,05). Kesimpulan: Paritas, frekuensi ANC, dan kepatuhan konsumsi TTD terbukti berhubungan dengan kejadian anemia. Ibu hamil dianjurkan rutin melakukan ANC, patuh mengonsumsi TTD, dan mengikuti penyuluhan untuk mencegah anemia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nanda Yulia, Tri Tunggal, Zakiah Zakiah, Erni Yuliastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




