HUBUNGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI TERLALU MUDA, TUA, DEKAT, DAN BANYAK (4T) TERHADAP PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARAMBAI

Authors

  • Elia Rotua Lumban Batu Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Zakiah Zakiah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Erni Yuliastuti Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Yuniarti Yuniarti Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Keywords:

4T, Jarak Kehamilan, Paritas, Sectio Caesarea, Usia

Abstract

Latar Belakang : Persalinan dengan metode sectio caesarea (SC) menunjukkan peningkatan setiap tahun. Salah satu faktor yang berperan dalam keputusan tindakan SC adalah kehamilan risiko tinggi yang dikenal dengan konsep 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara kehamilan risiko tinggi 4T dengan jenis persalinan di wilayah kerja Puskesmas Barambai tahun 2025. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 160 ibu bersalin yang diambil dengan teknik total sampling dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 ibu dengan kehamilan risiko tinggi 4T, sebanyak 46 orang (63%) menjalani persalinan dengan SC, sedangkan dari 87 ibu tanpa risiko 4T, sebanyak 67 orang (77%) menjalani persalinan normal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kehamilan risiko tinggi 4T dengan jenis persalinan (p = 0,000), dengan nilai Odds Ratio sebesar 5,707.  Simpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu yang mengalami kehamilan risiko tinggi 4T memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjalani persalinan secara SC dibandingkan dengan ibu tanpa risiko tersebut.

Downloads

Published

2025-08-09

How to Cite

Batu, E. R. L., Zakiah , Z., Yuliastuti, E., & Yuniarti , Y. (2025). HUBUNGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI TERLALU MUDA, TUA, DEKAT, DAN BANYAK (4T) TERHADAP PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARAMBAI. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(3), 639–646. Retrieved from https://jurnal.researchideas.org/index.php/husada/article/view/1601