HUBUNGAN KEHAMILAN REMAJA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD H ABDUL AZIZ MARABAHAN TAHUN 2024

Authors

  • Noorjenah Noorjenah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Suhrawardi Suhrawardi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Yuniarti Yuniarti Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Tri Tunggal Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Keywords:

Kehamilan Remaja, Bayi Berat Lahir Rendah, BBLR

Abstract

Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama penyebab kematian dan morbiditas neonatal. Kehamilan pada usia remaja (<20 tahun) dianggap sebagai kehamilan berisiko tinggi yang dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko BBLR. RSUD H. Abdul Aziz Marabahan mencatat 97 (19,8%) kasus kejadian BBLR dan 27 (9,3%) kehamilan remaja pada tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 97 bayi BBLR sebagai kelompok kasus dan 194 bayi dengan berat lahir normal (BBLN) sebagai kelompok kontrol yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebanyak 97 (19,8%) kasus kejadian BBLR dan sebanyak 27 orang (9,3%) kehamilan remaja pada tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kehamilan remaja dengan kejadian BBLR (p = 0,284). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kehamilan remaja dengan kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan tahun 2023.

Downloads

Published

2025-08-08

How to Cite

Noorjenah, N., Suhrawardi , S., Yuniarti , Y., & Tunggal , T. (2025). HUBUNGAN KEHAMILAN REMAJA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD H ABDUL AZIZ MARABAHAN TAHUN 2024. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(3), 577–586. Retrieved from https://jurnal.researchideas.org/index.php/husada/article/view/1590