HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RSUD DABO KECAMATAN SINGKEP KABUPATEN LINGGA TAHUN 2024
Keywords:
Preeklampsia, ketuban pecah dini, persalinanAbstract
Data persalinan RSUD Dabo Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga menyebutkan bahwa kejadian ketuban pecah dini menempati urutan pertama sebanyak 12 % (43 kasus) dan preeklamsia sebanyak 28 ibu bersalin (7,8%) dari 358 persalinan pada tahun 2023. Menurut WHO, sekitar 85% kematian perinatal disebabkan oleh ketuban pecah dini (KPD) dengan sebagian besar infeksi ibu terkait komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Kejadian ketuban pecah dini ini merupakan penyebab tertinggi di antara berbagai komplikasi persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan preeklampsia dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Dabo Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi retrospektif. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik total sampling sebanyak 358 ibu bersalin di VK RSUD Dabo Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga tahun 2023. Hasil analisa chi square pada tingkat kemaknaan 95% menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara preeklampsia dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Dabo Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga tahun 2024 dengan nilai p value = 0,004 (α <0,05). Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya Bidan untuk meningkatkan deteksi dini faktor resiko terkait preeklampsia dan ketuban pecah dini, sehingga dapat melakukan penatalaksanaan yang tepat guna mencegah meningkatnya mortalitas dan morbiditas ibu bersalin karena komplikasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nana Angraini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.