TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG GIGI TIRUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Authors

  • Chusnul chotimah Universitas Muslim Indonesia
  • Nur Setiawati Universitas Muslim Indonesia
  • Nur Asyfa Universitas Muslim Indonesia
  • Mita Cahyani Universitas Muslim Indonesia
  • Nurul Amaliah Ali Universitas Muslim Indonesia

Keywords:

Pengetahuan, Lansia, Gigi Tiruan, Perspektif Islam

Abstract

Kehilangan   gigi   merupakan   permasalahan   kesehatan   yang   umum terjadi  pada  lansia  dan  dapat  memberikan  dampak  yang  signifikan  terhadap kualitas  hidup. World Health Organization (WHO) menetapkan standar bahwa jumlah gigi lansia usia ≥ 60 tahun minimal memiliki 20 buah gigi berfungsi. Dengan jumlah gigi minimal 20 buah maka fungsi pengunyahan, fungsi bicara dan estetik dapat dianggap normal. Kehilangan gigi dapat memengaruhi fungsi mastikasi, kemampuan berbicara, mengurangi rasa percaya diri, serta  mengganggu  interaksi  sosial,  yang  pada  akhirnya  dapat  menurunkan kualitas  hidup. Metode penelitian melibatkan penyuluhan dan pembagian kuesiner dengan 10 pertanyaan yang menilai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon, yang menggambarkan peningkatan signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan dilakukannya edukasi mengenai gigi tiruan dalam perspektif Islam pada masyarakat lanjut usia memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan penggunaan gigi tiruan di masyarakat. Berdasarkan analisis statistik, ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, dengan peningkatan rata-rata skor setelah penyuluhan.

Downloads

Published

2025-06-26

How to Cite

chotimah, C., Setiawati , N., Asyfa , N., Cahyani , M., & Ali , N. A. (2025). TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG GIGI TIRUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(3), 306–311 . Retrieved from https://jurnal.researchideas.org/index.php/husada/article/view/1265