TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG GIGI TIRUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Keywords:
Pengetahuan, Lansia, Gigi Tiruan, Perspektif IslamAbstract
Kehilangan gigi merupakan permasalahan kesehatan yang umum terjadi pada lansia dan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup. World Health Organization (WHO) menetapkan standar bahwa jumlah gigi lansia usia ≥ 60 tahun minimal memiliki 20 buah gigi berfungsi. Dengan jumlah gigi minimal 20 buah maka fungsi pengunyahan, fungsi bicara dan estetik dapat dianggap normal. Kehilangan gigi dapat memengaruhi fungsi mastikasi, kemampuan berbicara, mengurangi rasa percaya diri, serta mengganggu interaksi sosial, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup. Metode penelitian melibatkan penyuluhan dan pembagian kuesiner dengan 10 pertanyaan yang menilai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon, yang menggambarkan peningkatan signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan dilakukannya edukasi mengenai gigi tiruan dalam perspektif Islam pada masyarakat lanjut usia memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan penggunaan gigi tiruan di masyarakat. Berdasarkan analisis statistik, ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, dengan peningkatan rata-rata skor setelah penyuluhan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Chusnul chotimah, Nur Setiawati , Nur Asyfa , Mita Cahyani , Nurul Amaliah Ali

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.