ULSER PEPTIKUM DAN GERD: RISIKO DAN FAKTOR PENYEBABNYA
Keywords:
Ulkus Peptikum, GERD, Penyuluhan Kesehatan, Remaja, Literasi Kesehatan, Pengabdian MasyarakatAbstract
Ulkus peptikum dan gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan dua penyakit saluran cerna yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia. Ulkus peptikum disebabkan oleh ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti asam lambung dan Helicobacter pylori dengan faktor protektif mukosa lambung. Sedangkan GERD disebabkan oleh gangguan fungsi sfingter esofagus bagian bawah, yang memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) menunjukkan bahwa sekitar 10–15% remaja di Indonesia mengalami GERD, sementara ulkus peptikum tercatat memiliki angka kejadian hingga 91,6% di Kota Medan, menjadikannya salah satu kota dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada siswa-siswi SMA Negeri 41 Jakarta Utara pada tanggal 9 Mei 2025. Metode yang digunakan mencakup edukasi interaktif menggunakan media Power Point, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terhadap penyebab, gejala, serta langkah pencegahan kedua penyakit tersebut. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja dan mencegah komplikasi penyakit saluran cerna sejak dini.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indi Ulpatu Rabbi, Fajar Amirulah, Nur Aziza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.